Thursday, 12 March 2015

Tafsir Surat Al Baqarah ayat 25

Surat Al Baqarah ayat 25

 وَ بَشِّرِ الَّذِيْن آمَنُوْا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِيْ مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ كُلَّمَا رُزِقُوْا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِّزْقًا قَالُوْا هَذَا الَّذِيْ رُزِقْنَا مِن قَبْلُ وَ أُتُوْا بِهِ مُتَشَابِهاً وَلَهُمْ فِيْهَا أَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَهُمْ فِيْهَا خَالِدُوْنَ

Artinya :
"Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu". Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya."

  • Setelah menuturkan apa yang disediakan bagi musuh-musuhNya dari kalangan orang-orang celaka, yakni orang-orang kafir kepada-Nya dan kepada rasul-rasul-Nya, berupa siksaan dan pembalasan, maka Allah mengiringinya dengan kisah keadaan kekasih-kekasih-Nya dari kalangan orang-orang yang beriman kepada-Nya dan rasul-rasul-Nya. Mereka adalah orang-orang yang keimanan mereka dibuktikan dengan amal-amal shaleh.
  • Berdasarkan pengertian inilah maka Al Qur'an dinamakan masani menurut pendapat yang paling shahih di kalangan ulama, yang keterangannya akan dibahas dengan panjang lebar pada tempatnya. Yang dimaksud dengan masani adalah iman, kemudian diikuti dengan disebut kekufuran atau sebaliknya, atau perihal orang-orang yang berbahagia, lalu diiringi dengan perihal orang-orang celaka atau sebaliknya. Kesimpulannya ialah menyebutkan sesuatu hal, kemudian diiringi dengan lawan katanya. Adapun penyembutannya sesuatu dikemukakan sesudah penyembutan hal yang semisal dengannya, hal ini dinamakan penyerupaan (tasyabuh).
  • Surga-surga tersebut digambarkan oleh ayat ini, mengalir dibawahnya sungai-sungai, yakni dibawah pohon-pohon dan gedung-gedungnya. Di dlm sebuah hadist disebutkan bahwa sungai-sungai surga mengalir bukan pada parit-parit. Sehubungan dengan surat Al Kautsar, telah disebutkan bahwa kedua tepinya terdapat kubah-kubah yang terbuat dari batu permata yang berlubang. Kedua pengertian ini tidak bertentangan. Tanah liat surga terdiri dari batu-batu permata. Kami memohon kepada Allah karunia-Nya, sesungguhnya Dia Maha Baik lagi Maha Penyanyang.
  • As-Saddi di dalam kitab tafsirnya mengatakan dari Abu Malik dari Abu Saleh, dari Ibnu Abbas, dari Murrah, dari Ibnu Mas'ud, dari sejumlah sahabat sehubungan dangan makna firman-Nya, "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu". Disebutkan bahwa mereka di dalam surga diberi buah-buahan. Ketika melihat buah-buahan itu mereka berkata, "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu di dunia". hal yang sama dikatakan pula oleh Qatadah, Abdurrahman Ibnu Aslam dan di dukung oleh Ibnu Jarir.
  •  Ibnu Jarir meriwayatkan dari As Saddi dalam kitab tafsirnya dari Abu Malik dari Abu Saleh, dari Ibnu Abbas, dari Murrah, dari Ibnu Mas'ud, dari sejumlah sahabat sehubungan dangan makna firman-Nya, "Mereka diberi buah-buahan yang serupa". Makna yang dimaksud ialah serupa dalam hal warna dan bentuk, tapi tidak sama dalam hal rasa. Pendapat ini yang dipilih Ibnu Jarir.
  • Sedangkan Ikrimah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya, "Mereka diberikan buah-buahan yang serupa", bahwa buah-buahan yang di surga mirip dengan yang di dunia, hanya buah-buahan yang di surga lebih wangi , dan lebih enak.

No comments:

Post a Comment