Thursday, 12 March 2015

Ukhuwah Islamiyah

Bismillaah,,,

Umar bin Khatab pernah berkata : Aku tidak mau hidup lama di dunia yang fana ini, kecuali tiga hal : Keindahan berdakwah dan berjihag di jalan-Nya. Repotnya bangun dan berdiri untuk Qiyamul Lail. Dan indahnya bertemu dengan sahabat-sahabat seiman.

Mungkin kisah beikut ini mampu mengawal perasaan kita. Betapa ukhuwah itu merupakan penanda iman kita.

Semenjak Rasulullah SAW wafat, Bilal menyatakan bahwa dirinya tidak akan mengumandangkan adzan lagi.

Ketika Khalifah Abu Bakar memintanya untuk menjadi muadzin kembali, dengan hati pilu nan sendu Bilal berkata : "Biarkan aku hanya menjadi muadzin Rasulullah saja. Rasulullah telah tiada, maka aku bukan muadzin siapa-siapa lagi.

Abu Bakar pun tak bisa mendesak Bilal untuk kembali mengumandangkan adzan.

Kesedihan sebab ditinggal Rasululah terus mengendap  di hati Bilal. Dan kesedihan itu yang mendorongnya menunggalkan Madinah, dia ikut pasukan Fath Islamy menuju Syam, dan kemudia tinggal Di Homs, Syiria.

Lama Bilal tak mengunjungi Madinah, sampai suatu malam, Rasulullah hadir dalam mimpi Bilal, dan menegurnya: Ya Bilal, Wa maa hadzal jafa? Hai Bilal, mengapa engkau tak mengujungiku? Mengapa sampai seperti ini?

Bilal pun terperanjat, segera ia mempersiapkan perjalanan ke Madinah, untuk ke makam Rasulullah, sekian tahun dia meninggalkan Rasulullah.

Setiba di Madinah, Bilal tersedu melepas rasa rindunya pada Rasulullah, pada sang kekasih.

Saat itu, dua pemuda yang sudah beranjak dewasa mendekatnya. Keduanya adalah cucu Rasulullah Hasan dan Husein. Dengan mata sembab oleh tangis, Bilal kian beranjak tua memeluk kedua cucu Rasulullah tersebut.

Salah satu dari keduanya berkata kepada Bilal : "Pamann, maukah engkau sekali saja mengumandangkan adzan untuk kami? Kami ingin mengenang kakek kami".

Ketika itu, Umar bin Khattab yang telah menjadi khalifahjuga sedang

Tafsir Surat Al Baqarah ayat 25

Surat Al Baqarah ayat 25

 وَ بَشِّرِ الَّذِيْن آمَنُوْا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِيْ مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ كُلَّمَا رُزِقُوْا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِّزْقًا قَالُوْا هَذَا الَّذِيْ رُزِقْنَا مِن قَبْلُ وَ أُتُوْا بِهِ مُتَشَابِهاً وَلَهُمْ فِيْهَا أَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَهُمْ فِيْهَا خَالِدُوْنَ

Artinya :
"Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu". Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya."

  • Setelah menuturkan apa yang disediakan bagi musuh-musuhNya dari kalangan orang-orang celaka, yakni orang-orang kafir kepada-Nya dan kepada rasul-rasul-Nya, berupa siksaan dan pembalasan, maka Allah mengiringinya dengan kisah keadaan kekasih-kekasih-Nya dari kalangan orang-orang yang beriman kepada-Nya dan rasul-rasul-Nya. Mereka adalah orang-orang yang keimanan mereka dibuktikan dengan amal-amal shaleh.
  • Berdasarkan pengertian inilah maka Al Qur'an dinamakan masani menurut pendapat yang paling shahih di kalangan ulama, yang keterangannya akan dibahas dengan panjang lebar pada tempatnya. Yang dimaksud dengan masani adalah iman, kemudian diikuti dengan disebut kekufuran atau sebaliknya, atau perihal orang-orang yang berbahagia, lalu diiringi dengan perihal orang-orang celaka atau sebaliknya. Kesimpulannya ialah menyebutkan sesuatu hal, kemudian diiringi dengan lawan katanya. Adapun penyembutannya sesuatu dikemukakan sesudah penyembutan hal yang semisal dengannya, hal ini dinamakan penyerupaan (tasyabuh).
  • Surga-surga tersebut digambarkan oleh ayat ini, mengalir dibawahnya sungai-sungai, yakni dibawah pohon-pohon dan gedung-gedungnya. Di dlm sebuah hadist disebutkan bahwa sungai-sungai surga mengalir bukan pada parit-parit. Sehubungan dengan surat Al Kautsar, telah disebutkan bahwa kedua tepinya terdapat kubah-kubah yang terbuat dari batu permata yang berlubang. Kedua pengertian ini tidak bertentangan. Tanah liat surga terdiri dari batu-batu permata. Kami memohon kepada Allah karunia-Nya, sesungguhnya Dia Maha Baik lagi Maha Penyanyang.
  • As-Saddi di dalam kitab tafsirnya mengatakan dari Abu Malik dari Abu Saleh, dari Ibnu Abbas, dari Murrah, dari Ibnu Mas'ud, dari sejumlah sahabat sehubungan dangan makna firman-Nya, "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu". Disebutkan bahwa mereka di dalam surga diberi buah-buahan. Ketika melihat buah-buahan itu mereka berkata, "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu di dunia". hal yang sama dikatakan pula oleh Qatadah, Abdurrahman Ibnu Aslam dan di dukung oleh Ibnu Jarir.
  •  Ibnu Jarir meriwayatkan dari As Saddi dalam kitab tafsirnya dari Abu Malik dari Abu Saleh, dari Ibnu Abbas, dari Murrah, dari Ibnu Mas'ud, dari sejumlah sahabat sehubungan dangan makna firman-Nya, "Mereka diberi buah-buahan yang serupa". Makna yang dimaksud ialah serupa dalam hal warna dan bentuk, tapi tidak sama dalam hal rasa. Pendapat ini yang dipilih Ibnu Jarir.
  • Sedangkan Ikrimah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya, "Mereka diberikan buah-buahan yang serupa", bahwa buah-buahan yang di surga mirip dengan yang di dunia, hanya buah-buahan yang di surga lebih wangi , dan lebih enak.

GALAU

Perbedaan Galaunya Sahabat Rasul dan Generasi Sekarang

Sering kita membaca curhatan orang FB, twitter, path, dll tentang galau. Galau tingkat nasional, provinsi, galau belum  dapat kerja, galau belum dapat jodoh, dll.

Nah,,,coba kita lihat galaunya generasi islam zaman awal, seperti apakah galaunya mereka :

1. Sahabat Ka'ab bin Malik RA, galau selama 50 hari, khawatir soal dosa. Khawatir soal dirinya diampuni Allah atau tidak. Bukan soal remeh temeh.

2. Umar bin Khatab RA ketika menjadi khalifah, galau karena ada rakyatnya yang memasak batu saking miskinnya, lalu menaruh beban karung gandum di pundaknya sendiri.

3. Tsa'labah bin Abdurrahman RA pernah secara tidak sengaja melihat wanita Anshar yang mandi, ia merasa sangat berdosa, malu kepada Nabi dan mengasingkan diri ke gunung selama 40 hari.Ia terus menerus minta ampun kepada Allah. Sedangkan kita? setiap hari, wanita di sekitar kita mengumbar aurat dimana-mana. Di kantor, di mall, di televisi, dll. Apakah kita minta ampun kepada Allah?

Nabi Muhammad merasa kehilangan dia. Sampai Allah menunjukkan gunung tempat dia bersembunyi. Nabi minta Umar RA dan Salman RA menjemputnya.

Tsa'labah masih malu, dia mau ke Madinah jika Nabi sedang sholat sehingga dianggap tidak menyadari kedatangannya. Ia pun sampai sakit keras karena galau akan dosanya melihat wanita mandi, walau pun tak sengaja.

Sebelum sakit Nabi SAW memberikan amalan buatnya supaya dosanya diampuni berupa bacaan Al Qur;an, "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia, dan kebaikan di akherat dan peliharalah kami dari siksa api neraka" (Al Baqarah : 201) . Sebuah doa yang mudah dan sering kita ulang-ulang yaitu Rabbana Atina Fiddunya Hasanah wa fil Akhiroti hasanah waqina adzabannar.

Tsa'labah sakit keras selama 8 hari, karena khawatir akan dosanya. Bagaimana dengan kita? setiap hari berbuat dosa apakah kita berbuat salah? Kebanyakan tidak. Nabi Muhammad SAW saja yang dijamin masuk surgaistighfar 70 kali sehari dalam riwayat lain dikatakan 100 kali sehari. Kita berapa kali?

Begitu seharusnya. Mestinya kita galau bukan urusanduit, urusan lawan jenis, urusan dunia. Mestinya kita galau dengan urusan dosa, urusan ibadah, urusan akherat, begitulah muslim yang baik.
Rasulullah pun menjenguknya, Rasululah memangku Tsa'labah di pangkuannya
.
Tapi ia menggeser kepalanya. "Kepalaku penuh dosa wahai Rasulullah. Aku tidak pantas".
"Apa yang kamu senangi?'

"Ampunan Allah".

Jabir bin Abdullah RA meriwayatkan sebuah hadist tentang sahabat ini. Ketika itu turunlah Jibril mengatakan, "Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah mengirimkan salam padamu, dan berfirman, "Jika hambaKu ini menemuiKu dengan dosa sejengkal tanah, maka Aku akan menemui dengan sejengkal ampunan".

Tsa'labah langsung berteriak kegirangan karena mendapat ampunan Allah, tidak lama kemudian ia meninggal. Ketika Rasululah ke rumah Tsa'labah, Rasulullah merangkak. Para sahabat keheranan. "Mengapa Engkau merangkak wahai Rasulullah?"

Rasulullah SAW menjawab, "Aku tidak bisa berdiri saking banyaknya malaikat yang turun ta'ziah kepada Tsa'labah".

Masya Allah itulah galaunya para sahabat Nabi SAW, semoga kita dapat mencontoh mereka menjadi muslim yang total, sehingga bahagia dunia dan akherat, aamiin. 



Friday, 6 February 2015

13 Kata "JANGAN MENUNGGU" yang perlu dihindari :

  • Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu akan bahagia
  •  Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya
  • Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah maka kamu akan termotivasi
  • Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan
  • Jangan menunggu orang memahami kamu, baru kamu memahami dia, tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu
  •  Jangan menunggu terinspirasi baru menulis, tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu
  • Jangan menunggu proyek baru bekerja, tapi bekerjalah maka proyek akan menunggumu
     
  • Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai
  • Jangan menunggu banyak uang hidup tenang, tapi hiduplah dengan tenang. Percaya bukan sekedar uang yang datang tapi juga rezeki yang lainnya
  • Jangan menunggu suskes baru bersyukur, tapi bersyukurlah maka bertambah kesuksesanmu
  •  Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti
  • Jangan  menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah! Maka kamu pasti bisa!
  • Jangan menunggu waktu luang tuk membaca Al Qur'an, tapi luangkanlah waktu tuk membaca Al Qur'an

Mahalnya Harga Sebuah Hidayah

Nabi pernah menziarahi makam beliau. Lalu beliau menangis. Tangisan tersebut membuat menangis orang-orang di sekitarnya. Lalu beliau besabda : "Aku meminta izin kepada Rabb-ku memintakan ampunan untuk ibuku. Tapi Dia tidak mengizinkan. Dan aku meminta izin untuk menziarahi makam ibuku, maka Dia mengizinkannya. Maka berziarahlah kalian karena ziarah tersebut dapat mengingatkan kalian kepada kematian". (HR Muslim)

Saudaraku,,,
Hidayah Rabb itu begitu mahal. Bahkan ibunda Rasulullah pun tak mendapatinya. Rasulullah menangis sesegukan di atas makamnya.

Hidayah tidak dapat dibeli, hidayah tidak dijual, pun hidayah tidak dapat dihadiahkan. Sebab, hidayah hanyalah milik Rabb. Hak Rabb saja menganugerahkan kepada siapa hidayah-Nya.

Hidayah tidaklah diberikan kepada insan yang memiliki banyak materi. Namun, Rabb karuniakan kepada insan yang tulus mencintai, mencari, serta mempelajari al Haq.

Apabila hingga saat ini diri belum dapat mengecap manisnya hidayah, belum berpijak pada al Haq, mari periksa diri. Barangkali jiwa merasa tinggi, barangkali diri malas mencari dan mempelajari kebenaran hingga hidayah itu enggan menyapa.

Astaghfirullaahaladziim

"Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi hidayah kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki". (QS Al Qashash : 56)

Saudaraku,
Adakah getaran pada keping hati? Bagaimana dengan diri-diri kita? Yang telah Rabb izinkan menerima tetesan taufiq hidayah-Nya,,,Masihkah hendak mensia-siakan?

"Wahai Rabb kami, janganlah Engkau sesatkan hati-hati kami setelah Engkau beri kami hidayah dan karuniakanlah kepada kami kasih sayang dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau adalah Dzat Yang Maha Pemberi." (QS Al Imran : 8)

#Semangat Tilawah
#Semangat Menjadi Pribadi yang Indah

-Ummu Adib-
Divisi Tarqiyah Imaniyah PSDM ODOJ
DTI-OD/07/26/01/2015

oaseodoj@gmail.com


Thursday, 5 February 2015

Oh istriku, Apa saja yang Kau Kerjakan?

Suatu hari seorang suami pulang kerja dan mendapati tiga orang anaknya sedang berada di di depan rumah. Semuanya bermain lumpur. dan masih memakai pakaian tidur. Berarti semenjak bangun tidur , mereka belum mandi dan belum berganti pakaian.

Sang suami melangkah menuju rumah lebih jauh. Ternyata kotak-kotak bekas bungkus tersebar dimana-mana. Kertas-kertas bungkus dan plastik bertebaran tidak karuan, dan pintu bagian depan dalam keadaan terbuka.

Begitu ia melewati pintu dan memasuki rumah,,,MasyaAllah,,,kacau,,,berantakan. Ada lampu yang pecah, ada sajadah yang tertempel dengan permen karet di dinding. Televisi dalam keadaan on dan dengan volume maksimal. Boneka bertebaran dimana-mana. Pakaian acak-acakan tidak karuan menyebar ke seluruh penjuru ruangan.

Dapur? Ooooh tempat cucian kotor penuh dengan cucian piring kotor. Sisa makanan pagi masih ada di atas meja makan. Pintu kulkas terbuka lebar.

Sang suami mencoba melihat-lihat atas. Ia langkahi boneka-boneka yang berserakan itu. Ia injak-injak pula pakaian yang berserakan tersebut. Maksudnya adalah hendak mendapatkan istri, siapa tahu ada masalah serius dengannya.

Pertama kali ia dikejutkan oleh air yang meluber dari kamar mandi, semua handuk berada di atas lantai dan basah kuyup. Sabun telah berubah menjadi buih. Tisu kamar mandi sudah tidak karuan rupa, bentuk dan tempatnya. Cermin penuh dengan coretan-coretan odol,,,dan,,,,begitu ia melompat ke tempat tidur, ia dapati istrinya sedang tiduran sambil membaca komik!!!

Melihat kepanikan sang suami, sang istri memandang kepadanya dengan tersenyum. Dengan penuh keheranan sang suami bertanya, "Apa yang terjadi hari ini wahai istriku?!!!" Sekali lagi sang istri tersenyum seraya berkata, "Bukankah setiap pulang kerja engkau bertanya dengan penuh ketidakpuasan?, "Apa sih yang kamun kerjakan hari ini wahai istriku", bukan begitu wahai suamiku tersayang?! "Betul" jawab sang suami. "Baik" kata sang istri, "Hari ini aku tidak melakukan apa yang biasanya aku lakukan, semoga dengan begitu engkau tahu apa yang selama ini aku kerjakan".

*****************************************************************

Pesan yang ingin disampaikan adalah :

  1. Penting sekali semua orang memahami, betapa orang lain mati-matian dalam menyelesaikan pekerjaannya, dan betapa besar pengorbanan yang terlah dilakukan orang lainitu agar kehidupan ini tetap berimbang antara MENGAMBIL dan MEMBERI,,,TAKE and GIVE.
  2. Dan agar tidak ada yang mengira bahwa dialah satu-satunya orang yang habis-habisan dalam berkorban, menanggung derita, menghadapi kesulitan dan masalah serta menyelesaikannya.
  3. Dan,,,jangan dikira bahwa orang-orang yang ada disekelilingnya, yang tampaknya santai, diam, dan enak-enakan,,,jangan dikira bahwa mereka tidak mempunyai andil apa-apa.
  4. Oleh karena itu, HARGAILAH JERIH PAYAH DAN KIPRAH ORANG LAIN dan JANGAN MELIHAT DARI SUDUT PANDANG YANG SEMPIT.
Sumber : Email Ust.Mussyafa AR 
Judul Asli : Jangan melihat dari Sudut Pandang Sempit

Semoga  bermanfaat,,,^-^

Monday, 2 February 2015

Sebenarnya, Kita Hidup di Dunia Hanya 2 Menit 1 Detik


Oct 23, 2010
 
KUMPULAN ARTIKEL
 
Sebenarnya, Kita Hidup Di Dunia Hanya 2 Menit 1 Detik
 
Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau bahkan seperti orang yang sekadar lewat (HR Bukhari)
 
Dari 7 besaran ISO (International Standard Organization) yang di rumuskan yakni panjang, temperatur, massa, waktu, arus listrik, jumlah zat dan intensitas cahaya, hanya satu besaran yang susah untuk dipahami, waktu. Hidup manusia di dunia terfungsikan oleh waktu. Waktulah yang membatasi antara satu kehidupan dengan kehidupan yang lain.
 
Waktu menurut para ahli adalah besaran untuk mengukur tingkat perubahan yang terjadi pada benda atau zat. Kita sendiri menjadi bukti dari definisi ini, masih ingatkah saat kita kecil ditimang oleh bunda kita atau saat kuda-kudaan dengan ayah kita, namun lihat diri kita sekarang, sudah berubah dari saat kita digendong dan main kuda-kudaan bukan? itu semua karena waktu.
 
Pada zaman dulu, manusia menganggap waktu itu absolute, kecuali dalam Islam. Waktu dianggap sama saja tidak peduli pada acuannya. Baru pada abad 20, ilmuwan termasyhur abad 20, Albert Einstein mengeluarkan postulat yang menyatakan bahwa waktu bersifat relatif tergantung pada acuannya. Einstein memisalkan, jika seorang laki-laki mengobrol dengannya yang sudah tua, beruban dan keriput, mengobrol satu jam seperti satu abad. Sedangkan jika mengobrol dengan yang masih muda, cantik dan anggun mengobrol lima detik bisa terasa lima jam. Kurang lebih seperti itulah relativitas, kata Einstein.

Sekarang mari kita coba untuk membandingkan waktu dengan kerangka acuan waktu di dunia yang berdasarkan atas rotasi dan revolusi bumi atau benda langit lainnya dibandingkan dengan kerangka acuan akhirat berdasarkan berita dari Al-Qur'an dan Al hadits.
 
Firman Allah dalam Surat al-Mu'minuun [23] : 112-114
 
Allah bertanya: "Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?" Mereka menjawab: "Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada (malaikat) yang menghitung. Allah berfirman

"Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui.
 
Dalam ayat ini, aroma relativitas waktu sangat kentara. Bayangkan, manusia yang hidupnya kurang lebih 70 tahun, ketika ditanya Allah menjawab hanya hidup satu hari atau setengah hari. Kemudian ditimpali oleh Allah bahwa hidupnya hanya sebentar saja, hanya sebentar.
 
Firman Allah yang lain dalam surat An-Naazi'aat [79] : 46
 
"Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari".
 
Dalam ayat ini lebih cepat lagi, hidup kita dirasakan hanya selama waktu sore atau pagi hari. Jika waktu sore di mulai jam 3 dan diakhiri jam 6, berarti kita merasa hidup cuma 3 jam. Dan jika pagi hari dimulai jam 7 dan selesai jam 11 berarti kita merasa hidup hanya 4 jam. Tentu saja lebih sebentar dari ayat sebelumnya.
 
Firman Allah Selanjutnya dalam surat Yunus [10] : 45
 
"Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) hanya sesaat di siang hari, (di waktu itu) mereka saling berkenalan. Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah dan mereka tidak mendapat petunjuk".
 
Pada ayat ini, lebih tinggi lagi komparasinya, hidup kita hanya dirasa SESAAT SAAT SIANG HARI saja, ALLAHUAKBAR.
 
Dan sekarang mari kita coba untuk menghitung perbandingan lama hidup kita menurut apa yang telah disampaikan nabi kita.
 
Bagaimana keadaan kalian jika Allah mengumpulkan kalian di suatu tempat seperti berkumpulnya anak-anak panah di dalam wadahnya selama 50.000 tahun dan Dia tidak menaruh kepedulian terhadap kalian? (HR Hakim dan Thabrani)
 
Dan Firman Allah dalam surat  Al-Ma'arij [70] : 4
 
"Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Rabb dalam sehari yang kadarnya 50.000 tahun".
 
Hadits di atas berhubungan dengan keadaan kita nanti di padang mahsyar, kata nabi Muhammad, kita berada di padang mahsyar selama 50ribu tahun yang sama nilainya dengan 50 milenium sama dengan  500 abad sama dengan 6250 windu. Adakah waktu ini sebentar?
 
Jika kita korelasikan hadits tersebut dengan ayat di bawahnya, kita akan menemukan suatu angka yang sangat fantastis. Mari coba kita hitung. Manusia zaman ini hidup dengan umur rata-rata 70 tahun, Rasulullah Muhammad meninggal pada usia 63 tahun. Maka, perantauan kita di dunia jika dibandingkan dengan relativitas waktu di padang mahsyar hanya akan terasa 2 MENIT 1 DETIK, nilai tersebut didapat dari perbandingan sederhana yang bisa dihitung oleh siswa SD kelas 4.
 
Benar, HANYA 2 MENIT 1 DETIK. Maka benarlah pada hari yang dijanjikan itu, manusia-manusia yang ingkar terhadap Robb nya akan diliputi penyesalan yang mendalam, penyesalan karena waktunya (yang singkat) hanya dipakai untuk hal-hal yang sia-sia, penyesalan karena waktunya (yang singkat) hanya dimanfaatkan untuk bermalas-malasan, penyesalan karena waktunya (yang singkat) hanya dimanfaatkan untuk melakukan maksiat dan dosa.
 
Mereka pun mengandaikan bisa kembali ke dunia, namun sayang, penyesalan tinggal penyesalan. Maka tenggelamlah mereka oleh keringatnya sendiri, karena malu dan takutnya mereka dan semoga kita bukan bagian dari orang-orang yang menyesal tersebut.
 
Namun saat itu ada juga yang dinaungi awan kasih sayang oleh Robb, kita paham bahwa pada saat itu matahari hanya sejengkal di atas kepala. Merekalah orang-orang yang beruntung. Orang-orang yang menjadikan waktunya untuk memperjuangkan agama Robb nya. Orang-orang yang menjadikan waktunya untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat buat diri dan sesama. Orang-orang yang menjadikan waktunya untuk senantiasa beribadah kepada Ilah nya. Mereka pun puas akan apa yang dilakukannya. Tidak sia-sia setiap tetes keringat dan tiap tetes darah yang mereka keluarkan demi kemuliaan agama ini. Tidak sia-sia mereka menahan gejolak mengumbar aurat dan berjuang menahan panas memakai jilbab bagi wanita. Tidak sia-sia mereka menahan setiap sentuhan, pandangan, pendengaran dari yang tak semestinya dilakukan. Benar, tidak akan sia-sia setiap amal kebaikan kita. Itulah hidup kita kawan, hanya sebentar.
 
Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). (QS al-Hasyr [59] : 18)
 
Perhitungan di atas memakai acuan padang mahsyar dan acuan waktu dunia, karena memang acuan padang mahsyar saja yang bisa kita perbandingkan. Sebab, kehidupan dunia ini tak akan bisa kita komparasi dengan surga atau neraka. Setiap yang kafir dan munafik masuk neraka sedangkan muslim masuk surga. Mereka yang munafik adalah orang-orang yang mengetahui hukum Allah namun kemudian ingkar, mereka yang menerapkan agama secara parsial, mengambil yang satu dan meninggalkan yang lain dan mereka yang muslim namun ragu akan nilai keislamannya.
 
Dan agama ini sudah sempurna. Baik dan buruk, halal dan haram sudah ditetapkan dengan jelas. Setiap aturan kehidupan mulai dari pergaulan, ekonomi, tatacara politik, pendidikan, sosial, hukum, dan ibadah sudah paripurna. Semua kembali kepada kita, maukah memakainya atau kita tetap dengan keadaan sekarang. Keadaan yang jauh dari  nilai-nilai Islam. Wallahu a'lam bi ash shawab.
 
Tidaklah dunia bila dibandingkan dengan akhirat kecuali hanya semisal salah seorang dari kalian memasukkan sebuah jarinya ke dalam lautan Maka hendaklah ia melihat apa yang dibawa oleh jari tersebut ketika diangkat? (HR Muslim)
 
penulis: Feriyanto, mahasiswa ITB dan peserta PPSDMS regional 2 Bandung (dakwatuna.com)


#copasan broadcasting dari grup WA Halaqah Muthmainah

dr. Soelihanto, dr. Ahli Bedah di Batam. MAKAN NANAS:


Kalau makan nanas bagian tengahnya dibuang gak??.

Mulai sekarang jangan dibuang ya!!!. 

Bagian tengah nanas ini bagus. banyak seratnya anti CANCER USUS.
Bagian yang biasa kita makan itu umumnya adalah gula. Yang tengah itu namanya "Bromolin". Khasiat Bromolin dirahasiakan pihak medis karena Bromolin membantu penyerapan semua vitamin, mineral dalam tubuh. 

Pada pasien kanker, Bromolin melunakkan dinding2 sel sehingga obat dapat benar2 menembus ke inti sel. Terus pemakaian obat2an hanya diperlukan 25% saja dari dosis.
Misalnya: Antibiotik 100mg , kalo makan Bromolin, kita hanya perlu yang dosis 25mg .

Kenapa dirahasiakan ?

Karena industri obat dunia terancam penjualan nya . Bayangkan saja misalnya dalam 1 pil mereka biasa pakai zat tertentu 100mg, lalu sekarang hanya pakai 25mg. Bisa gulung tikar pabrik nya. Semoga berguna. Jadi, makan nanas, makan juga tengahnya karena disitulah kebaikan utama yang bisa didapatkan dari buah nanas.
Bromolin itu 10.000 kali lebih kuat dari Kemotherapi .

Kisah Nyata: ​
Pengalaman teman. Ada penyumbatan pembuluh darah banyak luar biasa , sudah pasang ring 7. Sekarang dia makan Bromolin sama Vitamin C dosis tinggi dan penyumbatannya bersih sendiri. Dulu setiap 6 bulan sekali dia scan selalu ada yang tersumbat. Sekarang bersih sama sekali dan jadi lancar, tidak ada yang tersumbat.
Semoga bermanfaat!!!.
Sebarkan kesaudara-saudara, teman-teman kita siapa tahu ada yang sangat memerlukan.

#Copasan dr Grup WA

5 Ciri antum mendapatkan Kebahagiaan



Menurut Ibnul Qayyim ada 5 ciri orang yang mendapatkan kebahagiaan :

  •  Jika seseorang bertambah ilmunya maka bertambahlah tawadhu’ & bertambah pula kasih sayang  
  •  Tatkala seseorang bertambah amalannya, bertambahlah rasa takutnya kepada Allah & semakin berhati-hati
  •  Tatkala seseorang bertambah umurnya, maka semakin berkurang rasa tamaknya terhadap dunia
  •  Jika seseorang bertambah hartanya, maka semakin bertambah kedermawanannya & kemauan membantu sesama
  •   Jika bertambah kemuliannya, maka ia semakin dekat dengan manusia & menunaikan kebutuhan & tawadhu' kepada mereka.

Sssttt, jangan lihat kanan kiri depan belakang atas bawah, hayya bina !!!

Semoga Allah سبحانه وتعالى memberikan tanda kebahagian tersebut pada diri kita, aamiin

Mudah melaksanakan perintahnya dan ringan meninggalkan semua larangannya, aamiin.

Sisa umur ini semoga kita dari detik, menit, jam, hari, pekan, bulan, tahun, dapat selalu mendapatkan  pahala dari kehidupan kita berinteraksi kepada sesama hamba Allah dan rangka menggapai Ridho Allah, aamiin.

Saturday, 31 January 2015

SETETES EMBUN SEGAR BAGI KEHIDUPAN SEBUAH RENUNGAN AKHIR PEKAN


🌺Satu pohon dapat membuat jutaan batang korek api, tapi
satu batang korek api juga dapat membakar jutaan pohon.
Jadi, satu pikiran negatif dapat membakar semua pikiran
positif.

🌺Korek api mempunyai kepala, tetapi tidak mempunyai otak,
oleh karena itu setiap kali ada gesekan kecil, sang korek
api langsung terbakar.
Kita mempunyai kepala, dan juga otak, jadi kita tidak perlu
terbakar amarah hanya karena gesekan kecil.
Jadilah kita orang yg bertaqwa yg pandai menahan amarahnya
Qs.Ali imron :134.

🌺Ketika burung hidup, ia makan semut. Ketika burung mati,
semut makan burung.
Waktu terus berputar sepanjang zaman. Siklus kehidupan
terus berlanjut.
Jangan merendahkan siapapun dalam hidup, bukan karena
siapa mereka, tetapi karena siapa diri kita.
Kita mungkin berkuasa tapi ada yg  lebih berkuasa
daripada kita.
AL-AZIZ Dia lah yg MAHA PERKASA.

🌺Waktu kita sedang jaya, kita merasa banyak teman di
sekeliling kita. Waktu kita jatuh, kita baru tahu siapa
sesungguhnya teman kita.

🌺Waktu kita sakit, kita juga baru tahu bahwa sehat itu
sangat penting, jauh melebihi HARTA.

🌺Ketika kita tua, kita baru tahu kalau masih banyak yang
belum dikerjakan, dan setelah di ambang ajal, kita baru
tahu ternyata begitu banyak waktu yang terbuang sia-sia.
Janganlah sampai kita menyesal seperti penyesalan yg Allah ungkapkan
"Ya Rob....tunda kematian ini sebentar saja aku mau shodaqoh dulu.....
Aku mau jadi orang sholeh dulu" Qs almunafiqun :ayat 10

Hidup tidaklah lama, sudah saatnya kita bersama-sama
membuat HIDUP LEBIH BERHARGA, saling menghargai,
saling membantu dan memberi, juga saling mendukung.
Jadilah teman perjalanan hidup yg tanpa pamrih dan
syarat.
 
Mumin itu satu sama lainnya akan saling membantu dan mendukung
Qs at Taubah :71
و المؤمنون والمؤمنات بعضهم اوليآء بعض     
Bersungguh sungguhlah beramal karna Allah berfirman
وان ليس للا نسان الا ما سعى
Dan bahwasanya seorang manusia tidak akan memperoleh kecuali apa
yang telah diusahakannya." Qs.An-najm ayat 39.

Believe in "Cause and Effect"
Apa yang ditabur, itulah yang akan kita tuai.
Ditulis oleh mas gunawan p 
Dg sedikit tambahan dari kami.
  🌺🌺🌺🌺 🌺🌺🌺🌺


#Copasan BroadCast Grup WA Halaqah Muthmainah

The Power of Natural Wave Energy Sincronization.

Assalamu'alaikum wrwb

The Power of Natural Wave Energy Sincronization...
Dari sebelah :KHAZANAH
 
🍃🍃🍃🍃

Saudaraku...
Inilah Rahasia Mengapa Shalat Harus di Awal Waktu
Ternyata anjuran tersebut ada hikmahnya.
Menurut para ahli, setiap perpindahan waktu sholat, bersamaan dengan terjadinya perubahan tenaga alam dan dirasakan melalui perubahan warna alam.
Kondisi tersebut dapat berpengaruh pada kesehatan, psikologis dan lainnya.
Berikut ini kaitan antara shalat di awal waktu dengan warna alam.

🌾🌾🌾🌾🌾
 
Waktu Subuh
Pada waktu subuh, alam berada dalam spektrum warna biru muda yang bersesuaian dengan frekuensi tiroid (kelenjar gondok).
Dalam ilmu Fisiologi (Ilmu biologi yang mempelajari berlangsungnya sistem kehidupan) tiroid mempunyai pengaruh terhadap sistem metabolisma tubuh manusia.
Warna biru muda juga mempunyai rahasia tersendiri berkaitan dengan rejeki dan cara berkomunikasi.
Mereka yang masih tertidur nyenyak pada waktu Subuh akan menghadapi masalah rejeki dan komunikasi.
Mengapa? Karena tiroid tidak dapat menyerap tenaga biru muda di alam ketika roh dan jasad masih tertidur.
Pada saat azan subuh berkumandang, tenaga alam ini berada pada tingkatan optimal.
Tenaga inilah yang kemudian diserap oleh tubuh kita terutama pada waktu ruku dan sujud.

🌞🌞🌞🌞🌞
 
Waktu  Zuhur
Alam berubah menguning dan ini berpengaruh kepada perut dan sistem pencernaan manusia secara keseluruhan. Warna ini juga punya pengaruh terhadap hati.
Warna kuning ini mempunyai rahasia berkaitan dengan keceriaan seseorang.
Mereka yang selalu ketinggalan atau melewatkan sholat Zuhur berulang kali akan menghadapi masalah dalam sistem pencernaan serta berkurang keceriaannya.

🌝🌝🌝🌝🌝
 
Waktu Ashar
Alam berubah lagi warnanya menjadi oranye. Hal ini berpengaruh cukup signifikan terhadap organ tubuh yaitu prostat, rahim, ovarium/ indung telur dan testis yang merupakan sistem reproduksi secara keseluruhan.
Warna oranye di alam juga mempengaruhi kreativitas seseorang.
Orang yang sering ketinggalan waktu Ashar akan menurun daya kreativitasnya.
Di samping itu organ-organ reproduksi ini juga akan kehilangan tenaga positif dari warna alam tersebut.

🌗🌗🌗🌗🌗
 
Waktu Maghrib
Warna alam kembali berubah menjadi merah.
Sering pada waktu ini kita mendengar banyak nasehat orang tua agar tidak berada di luar rumah.
Nasehat tersebut ada benarnya karena pada saat Maghrib tiba, spektrum warna alam selaras dengan frekuensi jin dan iblis.
Pada waktu ini jin dan iblis amat bertenaga karena mereka ikut bergetar dengan warna alam. Mereka yang sedang dalam perjalanan sebaiknya berhenti sejenak dan mengerjakan sholat Maghrib terlebih dahulu.
Hal ini lebih baik dan lebih selamat karena pada waktu ini banyak gangguan atau terjadi tumpang-tindih dua atau lebih gelombang yang berfrekuensi sama atau hampir sama dan bisa menimbulkan fatamorgana yang bisa mengganggu penglihatan kita.

🌙🌙🌙🌙🌙
 
Waktu   Isya
Pada waktu ini, warna alam berubah menjadi nila dan selanjutnya menjadi gelap.
Waktu Isya mempunyai rahasia ketenteraman dan kedamaian yang frekuensinya sesuai dengan sistem kontrol otak.
Mereka yang sering ketinggalan waktu Isya akan sering merasa gelisah.
Untuk itulah ketika alam mulai diselimuti kegelapan, kita dianjurkan untuk mengistirahatkan tubuh ini.
Dengan tidur pada waktu Isya, keadaan jiwa kita berada pada gelombang Delta dengan frekuensi dibawah 4 Hertz dan seluruh sistem tubuh memasuki waktu rehat.

Selepas tengah malam, alam mulai bersinar kembali dengan warna-warna putih, merah jambu dan ungu.
Perubahan warna ini selaras dengan kelenjar pineal (badan pineal atau “mata ketiga”, sebuah kelenjar endokrin pada otak) kelenjar pituitary, thalamus (struktur simetris garis tengah dalam otak yang fungsinya mencakup sensasi menyampaikan, rasa khusus dan sinyal motor ke korteks serebral, bersama dengan pengaturan kesadaran, tidur dan kewaspadaan) dan hypothalamus (bagian otak yang terdiri dari sejumlah nucleus dengan berbagai fungsi yang sangat peka terhadap steroid, glukokortikoid, glukosa dan s [truncated by WhatsApp]


#Copasan BroadCast dari Grup WA Halaqah Muthmainah

CARDIOPULMONARY RESUSCITATION ( CPR ) UNTUK DIRI SENDIRI (jika kita sendirian)


Apa yang harus kita lakukan jika terkena serangan jantung saat kita hanya
seorang diri? 

Dua orang staf Johnson City Medical Center menemukan metode
ini dan mereka menelitinya secara mendalam di Unit Gawat Darurat rumah
sakit kami, serta menulis artikel mengenai hal tersebut. Tulisan mereka
telah diterbitkan, dan bahkan temuan ini mereka masukkan dalam pelatihan
CPR dan ACLS. Metode yang disebut 'Cough CPR' ('CPR lewat Batuk') ini
terbukti dapat dan berhasil dilakukan, dan seorang ahli penyakit jantung mengakuinya.

Bayangkan bahwa Anda sedang dalam perjalanan pulang ke rumah (seorang
diri, tentu saja). Saat itu pukul 6.15 sore. Anda betul-betul penat,
jengkel dan frustasi setelah seharian bekerja berat. Tiba-tiba dada Anda
terasa amat sakit, dan rasa sakitnya kemudian menjalar ke lengan dan
terasa sampai ke bagian rahang. Rumah sakit terdekat dari rumah jaraknya hanya lima mil.
Sayangnya, Anda tidak tahu apakah Anda bisa melanjutkan perjalanan sejauh itu. Apa yang harus Anda lakukan? Anda sudah pernah berlatih melakukan  resusitasi jantung (CPR), tetapi sayangnya sang pelatih tidak mengajarkan cara melakukannya pada diri Anda sendiri.

AGAR SELAMAT DARI SERANGAN JANTUNG SAAT TIDAK ADA ORANG DI SEKITAR KITA

Orang yang terkena serangan jantung pada umumnya sedang sendirian saat
serangan tersebut datang, dan kami kira metode dalam artikel ini bisa
diterapkan. Jika tidak segera mendapatkan pertolongan, orang yang
jantungnya berdetak tidak beraturan dan mulai tidak kehilangan kesadaran
hanya mempunyai waktu 10 detik sebelum tidak sadarkan diri.

Tetapi, mereka bisa menolong diri sendiri dengan batuk berulang-ulang dan
dengan sekuat tenaga. Sebelumnya, mereka harus menarik napas
dalam-dalam,dan batuk yang dikeluarkan pun harus sekeras dan sepanjang
mungkin, seperti kalau kita akan membuang dahak yang menyumbat di dada
kita.  Menarik napas dalam lalu batuk sekuatnya ini harus diulang terus-menerus
tanpa henti setiap 2 detik sampai bantuan tiba atau sampai detak jantung terasa normal kembali. Dengan menarik napas dalam-dalam, oksigen akan masuk ke dalam paru-paru,
sedangkan gerakan dada akibat batuk akan menekan jantung dan membuat darah
tetap bersirkulasi. Tekanan pada jantung juga akan membuat organ tersebut
kembali berdenyut dengan normal. 

Dengan demikian korban serangan jantung
bisa sampai ke rumah sakit untuk memperoleh perawatan medis.

Ceritakan metode ini kepada sebanyak mungkin orang; dengan demikian nyawa
mereka bisa terselamatkan!

Dikutip dari laporan berkala Health Cares,
Rochester General Hospital, No. 240 "AND THE BEAT GOES ON..." (cetakan
ulang dari terbitan The Mended Hearts, Inc.: Heart Response).


#Copas Grup WA Halaqah Muthmainah

Nafsu Tersembunyi

Beberapa pakar sejarah Islam meriwayatkan sebuah kisah menarik. Kisah Ahmad bin Miskin, seorang ulama abad ke-3 Hijriah dari kota Basrah, Irak.

••••••••••••••••••••••••●●●●

Menuturkan lembaran episode hidupnya, Ahmad bin Miskin bercerita:
Aku pernah diuji dengan kemiskinan pada tahun 219 Hijriyah. Saat itu, aku sama sekali tidak memiliki apapun, sementara aku harus menafkahi seorang istri dan seorang anak. Lilitan hebat rasa lapar terbiasa mengiringi hari-hari kami.

 Maka aku berazam untuk menjual rumah dan pindah ke tempat lain. Akupun berjalan jalan mencari orang yang bersedia membeli rumahku.

Bertemulah aku dengan sahabatku Abu Nashr dan kuceritakan kondisiku. Lantas, dia malah memberiku 2 lembar roti isi manisan dan berkata: "berikan makanan ini kepada keluargamu."

Di tengah perjalanan pulang, aku berpapasan dengan seorang wanita fakir bersama anaknya. Tatapannya jatuh di kedua lembar rotiku. Dengan memelas dia memohon:

"Tuanku, anak yatim ini belum makan, tak kuasa terlalu lama menahan siksa lapar. Tolong beri dia sesuatu yang bisa dia makan. Semoga Allah merahmati Tuan."

Sementara itu, si anak menatapku polos dengan tatapan yang takkan kulupakan sepanjang hayat. Tatapan matanya menghanyutkan akalku dalam khayalan ukhrowi, seolah-olah surga turun ke bumi, menawarkan dirinya kepada siapapun yang ingin meminangnya, dengan mahar mengenyangkan anak yatim miskin dan ibunya ini.

Tanpa ragu sedetik pun, kuserahkan semua yang ada ditanganku. "Ambillah, beri dia makan", kataku pada si ibu.

Demi Allah, padahal waktu itu tak sepeser dinar atau dirham kumiliki. Sementara di rumah, keluargaku sangat membutuhkan makanan itu.

Spontan, si ibu tak kuasa membendung air mata dan sikecil pun tersenyum indah bak purnama.


Kutinggalkan mereka berdua dan kulanjutkan langkah gontaiku, sementara beban hidup terus bergelayutan dipikiranku. 

Sejenak, kusandarkan tubuh ini di sebuah dinding, sambil terus memikirkan rencanaku menjual rumah. 

Dalam posisi seperti itu, tiba tiba Abu Nashr terbang kegirangan mendatangiku. 

"Hei, Abu Muhammad! Kenapa kau duduk duduk di sini sementara limpahan harta sedang memenuhi rumahmu?", tanyanya.

"Subhanallah....!", jawabku kaget. "Dari mana datangnya?"

"Tadi ada pria datang dari Khurasan. Dia bertanya tanya tentang ayahmu atau siapapun yang punya hubungan kerabat dengannya. Dia membawa berduyun-duyun angkutan barang penuh berisi harta", ujarnya.

"Terus?", tanyaku keheranan.
"Dia itu dahulu saudagar kaya di Bashroh ini. Kawan ayahmu. Dulu ayahmu pernah menitipkan kepadanya harta yang telah ia kumpulkan selama 30 tahun. Lantas dia rugi besar dan bangkrut. Semua hartanya musnah, termasuk harta ayahmu.

Lalu dia lari meninggalkan kota ini menuju Khurasan. Di sana, kondisi ekonominya berangsur-angsur membaik. Bisnisnya melajit sukses. Kesulitan hidupnya perlahan lahan pergi, berganti dengan limpahan kekayaan. 

Lantas dia kembali ke kota ini, ingin meminta maaf dan memohon keikhlasan ayahmu atau keluarganya atas kesalahannya yang lalu.
Maka sekarang, dia datang membawa seluruh harta hasil keuntungan niaganya yang telah dia kumpulkan selama 30 tahun berbisnis. Dia ingin berikan semuanya kepadamu, berharap ayahmu dan keluarganya berkenan memaafkannya." 

Mengisahkan awal episode baru hidupnya, Ahmad bin Miskin berujar :

"Kalimat puji dan syukur kepada-Nya berdesakan meluncur dari lisanku. Sebagai bentuk syukurku, segera kucari wanita faqir dan anaknya tadi. Aku menyantuni dan menanggung biaya hidup mereka seumur hidup.

 Aku pun terjun di dunia bisnis seraya menyibukkan diri dengan kegiatan sosial, sedekah, santunan dan berbagai bentuk amal salih. Adapun hartaku, dia terus bertambah ruah tanpa berkurang.

Tanpa sadar, aku merasa takjub dengan amal salihku. Aku merasa, telah mengukir lembaran catatan malaikat dengan hiasan amal kebaikan. Ada semacam harapan pasti dalam diri, bahwa namaku mungkin telah tertulis di sisi Allah dalam daftar orang orang shalih.

••••••••••••••••••••••••●●●●

Suatu malam, aku tidur dan bermimpi.
Aku lihat, diriku tengah berhadapan dengan hari kiamat.
Aku juga lihat, manusia bagaikan ombak, bertumpuk dan berbenturan satu sama lain.

Aku juga lihat, badan mereka membesar. Dosa dosa pada hari itu berwujud dan berupa, dan setiap orang memanggul dosa dosa itu masing-masing di punggungnya.

Bahkan aku melihat, ada seorang pendosa yang memanggul di punggungnya beban besar seukuran KOTA (kota tempat tinggal, pent), isinya hanyalah dosa-dosa dan hal hal yang menghinakan.

Kemudian, timbangan amal pun ditegakkan, dan tiba giliranku untuk perhitungan amal.

Seluruh amal burukku ditaruh di salah satu daun timbangan, sedangkan amal baikku di daun timbangan yang lain. Ternyata, amal burukku jauh lebih berat daripada amal baikku.

Tapi ternyata, perhitungan belum selesai. Mereka mulai menaruh satu persatu berbagai jenis amal baik yang pernah kulakukan.

Namun alangkah ruginya, ternyata dibalik semua amal itu terdapat NAFSU TERSEMBUNYI. Nafsu tersembunyi itu adalah riya, ingin dipuji, merasa bangga dengan amal shalih. Semua itu membuat amalku tak berharga. Lebih buruk lagi, ternyata tidak ada satupun amalku yang lepas dari nafsu nafsu itu.

Aku putus asa.
Aku yakin aku akan binasa.
Aku tidak punya alasan lagi untuk selamat dari siksa neraka.

Tiba-tiba, aku mendengar suara, "masihkah orang ini punya amal baik?"

"Masih", jawab seseorang. "Masih tersisa ini."

Aku pun penasaran, amal baik apa gerangan yang masih tersisa?
Aku berusaha melihatnya. Ternyata, itu HANYALAH dua lembar roti isi manisan yang pernah kusedekahkan kepada wanita fakir dan anaknya.

Habis sudah harapanku.
Sekarang aku benar benar yakin akan binasa sejadi jadinya.

Bagaimana mungkin dua lembar roti ini menyelamatkanku, sedangkan dulu aku pernah bersedekah 100 dinar sekali sedekah (100 dinar = +/- 425 gram emas), dan itu tidak berguna sedikit pun. Aku merasa benar benar tertipu habis habisan.

Segera 2 lembar roti itu ditaruh di timbanganku. Tak kusangka, ternyata timbangan kebaikanku bergerak turun sedikit demi sedikit, dan terus bergerak turun sampai sampai lebih berat sedikit dibandingkan timbangan kejelekan.

Tak sampai disitu, tenyata masih ada lagi amal baikku. Yaitu berupa air mata wanita faqir itu yang mengalir saat aku berikan sedekah. Air mata tak terbendung yang mengalir kala terenyuh akan kebaikanku. Aku, yang kala itu lebih mementingkan dia dan anaknya dibanding keluargaku.

Sungguh tak terbayang, saat air mata itu ditaruh, ternyata timbangan baikku semakin turun dan terus turun. Hingga akhirnya aku mendengar seseorang berkata, "Orang ini telah selamat."

••••••••••••••••••••••••●●●●

Adakah terselip dlm hati kita hawa nafsu ingin dilihat hebat oleh org lain pada amal-amal perbuatan kita?

Buang sekarang keinginan itu.. biarkan hanya untuk Allah saja. Karena segala sesuatu yang selain karena-Nya hanya tipuan kosong belaka.

Astaghfirullah....

#Copas dari Broadcast WA tgl 15 Januari 2015

Friday, 30 January 2015

Perjalanan Umrohku

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Alhamdulillah Yaa Rabb, akhirnya saya diberikan kesempatan menjadi tamuMu sekitar 10 bulan yg lalu, tepatnya 1 Mei - 26 Mei 2012. Saya Umroh bersama orangtua, kakak, adik dan kakak ipar saya. Saya memakai travel Al Misbah travel and Tour dengan bimbingan Habib Hamid bin Abdullah Al Kaff.
Sebenarnya saya sudah lupa secara rinci perjalanan umroh saya, tapi saya ingin sekali berbagi disini karena ini adalah pengalaman ibadah umroh saya yang pertama... :). Ingin menulis setelah pulang pun belum sempat (sebenarnya malas buka laptopnya juga sih :p) dan hari ini pun saya menulis ttg perjalanan umroh saya.

Hari Kamis tepatnya tanggal 17 Mei 2012 Jam 13.15  saya terbang 9 jam lgsg tanpa transit dengan menggunakan Saudi Airlines. Sampai di Jeddah sekitar jam 6 sore waktu sana, yang saya ingat ketika pesawat yang saya tumpangin mendarat pas adzan maghrib. Alhamdulillah pas di bandara King Abdul Azis saya beserta rombongan  tidak mendapat hambatan dengan pihak Imigrasi disana. Dan prosesnya pun begitu cepat.

Dari Bandara saya dan romboongan langsung naik Bis menuju Madinah. Ga disangka ternyata perjalanannya sangat jauh sekitar 6 jam.Sampai di Kota Madinah sekitar pukul 2 malam. Setelah Check in di Hotel Al Haram dan merapikan koper ke kamar kita langsung menuju Masjid Nabawi secara kita belum menunaikan sholat maghrib dan isya. Setelah sampai di Nabawi, Subhanallah....terus terang saya sangat kagum dengan Masjid Nabawi, sangat indah, bagus dan nyaman. Orang2 disana juga sangat ramah2, laskar perempuannya pun sangat fasih berbahasa Indonesia. Setelah sholat subuh kita pun pulang menuju hotel.

Setelah jam sarapan kita kembali ke Masjid Nabawi untuk ziarah ke Roudhoh. Subhanallah sangat desak2an hingga kita dibagi berbagai kelompok. Dari Indonesia masuk kelompok Melayu yang digabung dengan orang Malaysia. Di Madinah untuk kaum hawa sangat ketat, kita tidak boleh bawa kamera dan hp, dan di roudhoh pun jam nya sangat dibatasi. Tidak seperti yang laki2, bebas bawa hp, kamera dan ke roudhoh bebas mau kpan saja. Sampai saya ngiri ngeliat kakak dan adik lelaki saya yang bisa foto2 di dalam roudhoh :p.

Besoknya setelah sarapan kita tour bersama rombongan Umroh, ups kepala saya pusing, saya baru ingat, dari jalan saya belum tidur, hanya tidur ayam doang. Terlalu antusias dan semangat saya. Setelah minum obat  Alhamdulillah pulih dan segar kembali.
Perjalanan pertama kita mengunjungin Masjid Quba, Pahalanya sama dengan kita berumroh lho...tapi lagi2 saya ngiri dengan kaum laki2, kaum wanita cuman dikasih sedikit, sedangkan laki2 lenggang. Tapi Allah maha Mengetahui biarpun sempit dan desak2an, kita bs sholat. Perjalanan kedua kita ke Jabal Uhud, Ziarah ke makam para syuhada. Sedih saya mendengar sejarah perang di Jabal Uhud,
Terus saya ke kebun kurma, tapi saya disana tidak beli apa2 karena harganya mahal2, lebih murah beli kurma di sekitar hotel :). Sayang tour kami di Madinah ada yang tidak sempat kami kunjungi yaitu sholat di Masjid Kiblatain dan Percetakan Al Qur'an :(.

Hari Empat, setelah sholat dzuhur, kita siap2 menuju Kota Mekkah. Sedih saya meninggalkan Kota Madinah dan Masjid Nabawi. Dalam hati saya berdoa, semoga saya bisa kembali untuk sholat di Masjid yang paling nyaman di dunia dan bisa kembali ziarah ke maqam Rasul.

bersambung


Perjalanan Umrohku (2)

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ
 إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ

Labbaikallahumma Labbaik
Labbaika Laa Syarikalaka Labbaik
Innalhamda Wan Ni’mata
Laka Wal Mulk
Laa Syarikalak

Aku memenuhi panggilanMu ya Allah aku memenuhi panggilanMu. Aku memenuhi panggilanMu tiada sekutu bagiMu aku memenuhi panggilanMu. Sesungguhnya pujian dan ni’mat adalah milikMu begitu juga kerajaan tiada sekutu bagiMu

Bacaan talbiyah tak henti2nya kami ucapkan setelah kami ambil miqot di Masjid Bir 'Ali, Madinah. Terus terang saya gemetar dan tidak sabar ingin buru2 sampai di Kota Mekkah untuk menunaikan ibadah Umroh. Perjalanannya tidak seperti yang saya bayangkan ternyata cukup jauh juga, saya jadi membayangkan Rasulullah SAW ketika hijrah dari Mekkah ke Madinah. Saya berangkat jam 2 siang dr Madinah sampai di Kota Mekkah sekitar jam 9 malam, pas orang2 bubar sholat Isya dari Masjidil Haram. Sehingga bis yang kami tumpangin tidak boleh memasuki area hotel. Hotel yang kami inap adalah  Hotel Elaf Kindah, jarak dr hotel ke Masjidil Haram tidak jauh.

Setelah Check in, masukin koper ke kamar, makan malam, kami langsung menuju  Masjidil Haram untuk sholat Maghrib, Isya berjamaah, lalu langsung Ibadah Umroh, thawaf, Sa'i, tahalul. Setelah umroh kami tidak langsung pulang, karena sebentar lagi waktu subuh.

Hari ke 5 ibadah bebas, saya isi ibadah bebas saya bersama adik2 dan kakak2 dengan thawaf sunnah, itikaf dan tdk lupa belanja :). Besok harinya hari ke 6 kami tour bersama, seperti ke Jabal Tsur, Jabal Nur, Jabal Rahmah, Mina, Padang Arafah, dll. Sehabis tour kita miqot untuk yang kedua kalinya di Masjid Ji'rona, Mekkah, karena kita akan ibadah umroh yang kedua :). Di bis Habib menanyakan kita niatkan umroh buat siapa, boleh untuk diri kita sendiri lagi boleh juga untuk sanak keluarga kita yg sudah almarhum :).

Hari ke 7, hari bebas beribadah, hari ke ke 8 inilah hari terakhirku di Mekkah, hari dilema, rasa kangen untuk keluarga kecilku semakin banyak tapi disisi lain berat untuk meninggalkan Masjidil Haram dan Kota Mekkah. Setelah sholat dhuha saya bersama adikku thawaf wada'. Nangis saya ketika saya berdoa dengan harapan bisa kembali kesini lagi untuk ibadah haji atau umroh lagi bersama keluarga kecilku yang tercinta.

Perjalanan kami ke Jeddah hanya kurang lebih 1 jam. Sampai di Jeddah kita mampir dulu ke Masjid Terapung dan shopping di Cornieche Street, Balad, Jeddah. Kami di recommended ama muthoyibnya yaitu Ali, ke Toko Sultan Murah, katanya sih itu toko baru buka lagi promosi, harganya miring, dan tokonya juga punya Sultan Arab, hahahaha.

Di Jeddah kami menginap di Wisma Munir, semalam kami menginap disana. Sorenya kami ke Bandara King Abdul Azis, kami take off jam 10 malam. Alhamdulillah sampai di Indonesia jam 11 siang. Itulah perjalanan saya bersama Al Misbah travel and tour beserta rombongan jamaah Umroh Habib Hamid bin Abdullah Al Kaff. Semoga menjadi haji kecil yang mabrur dan doa2 saya disana semoga diijabah Allah SWT, aamiin aamiin aamiin Yaa Rabbal Alamin.