Friday, 6 February 2015

13 Kata "JANGAN MENUNGGU" yang perlu dihindari :

  • Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu akan bahagia
  •  Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya
  • Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah maka kamu akan termotivasi
  • Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan
  • Jangan menunggu orang memahami kamu, baru kamu memahami dia, tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu
  •  Jangan menunggu terinspirasi baru menulis, tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu
  • Jangan menunggu proyek baru bekerja, tapi bekerjalah maka proyek akan menunggumu
     
  • Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai
  • Jangan menunggu banyak uang hidup tenang, tapi hiduplah dengan tenang. Percaya bukan sekedar uang yang datang tapi juga rezeki yang lainnya
  • Jangan menunggu suskes baru bersyukur, tapi bersyukurlah maka bertambah kesuksesanmu
  •  Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti
  • Jangan  menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah! Maka kamu pasti bisa!
  • Jangan menunggu waktu luang tuk membaca Al Qur'an, tapi luangkanlah waktu tuk membaca Al Qur'an

Mahalnya Harga Sebuah Hidayah

Nabi pernah menziarahi makam beliau. Lalu beliau menangis. Tangisan tersebut membuat menangis orang-orang di sekitarnya. Lalu beliau besabda : "Aku meminta izin kepada Rabb-ku memintakan ampunan untuk ibuku. Tapi Dia tidak mengizinkan. Dan aku meminta izin untuk menziarahi makam ibuku, maka Dia mengizinkannya. Maka berziarahlah kalian karena ziarah tersebut dapat mengingatkan kalian kepada kematian". (HR Muslim)

Saudaraku,,,
Hidayah Rabb itu begitu mahal. Bahkan ibunda Rasulullah pun tak mendapatinya. Rasulullah menangis sesegukan di atas makamnya.

Hidayah tidak dapat dibeli, hidayah tidak dijual, pun hidayah tidak dapat dihadiahkan. Sebab, hidayah hanyalah milik Rabb. Hak Rabb saja menganugerahkan kepada siapa hidayah-Nya.

Hidayah tidaklah diberikan kepada insan yang memiliki banyak materi. Namun, Rabb karuniakan kepada insan yang tulus mencintai, mencari, serta mempelajari al Haq.

Apabila hingga saat ini diri belum dapat mengecap manisnya hidayah, belum berpijak pada al Haq, mari periksa diri. Barangkali jiwa merasa tinggi, barangkali diri malas mencari dan mempelajari kebenaran hingga hidayah itu enggan menyapa.

Astaghfirullaahaladziim

"Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi hidayah kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki". (QS Al Qashash : 56)

Saudaraku,
Adakah getaran pada keping hati? Bagaimana dengan diri-diri kita? Yang telah Rabb izinkan menerima tetesan taufiq hidayah-Nya,,,Masihkah hendak mensia-siakan?

"Wahai Rabb kami, janganlah Engkau sesatkan hati-hati kami setelah Engkau beri kami hidayah dan karuniakanlah kepada kami kasih sayang dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau adalah Dzat Yang Maha Pemberi." (QS Al Imran : 8)

#Semangat Tilawah
#Semangat Menjadi Pribadi yang Indah

-Ummu Adib-
Divisi Tarqiyah Imaniyah PSDM ODOJ
DTI-OD/07/26/01/2015

oaseodoj@gmail.com


Thursday, 5 February 2015

Oh istriku, Apa saja yang Kau Kerjakan?

Suatu hari seorang suami pulang kerja dan mendapati tiga orang anaknya sedang berada di di depan rumah. Semuanya bermain lumpur. dan masih memakai pakaian tidur. Berarti semenjak bangun tidur , mereka belum mandi dan belum berganti pakaian.

Sang suami melangkah menuju rumah lebih jauh. Ternyata kotak-kotak bekas bungkus tersebar dimana-mana. Kertas-kertas bungkus dan plastik bertebaran tidak karuan, dan pintu bagian depan dalam keadaan terbuka.

Begitu ia melewati pintu dan memasuki rumah,,,MasyaAllah,,,kacau,,,berantakan. Ada lampu yang pecah, ada sajadah yang tertempel dengan permen karet di dinding. Televisi dalam keadaan on dan dengan volume maksimal. Boneka bertebaran dimana-mana. Pakaian acak-acakan tidak karuan menyebar ke seluruh penjuru ruangan.

Dapur? Ooooh tempat cucian kotor penuh dengan cucian piring kotor. Sisa makanan pagi masih ada di atas meja makan. Pintu kulkas terbuka lebar.

Sang suami mencoba melihat-lihat atas. Ia langkahi boneka-boneka yang berserakan itu. Ia injak-injak pula pakaian yang berserakan tersebut. Maksudnya adalah hendak mendapatkan istri, siapa tahu ada masalah serius dengannya.

Pertama kali ia dikejutkan oleh air yang meluber dari kamar mandi, semua handuk berada di atas lantai dan basah kuyup. Sabun telah berubah menjadi buih. Tisu kamar mandi sudah tidak karuan rupa, bentuk dan tempatnya. Cermin penuh dengan coretan-coretan odol,,,dan,,,,begitu ia melompat ke tempat tidur, ia dapati istrinya sedang tiduran sambil membaca komik!!!

Melihat kepanikan sang suami, sang istri memandang kepadanya dengan tersenyum. Dengan penuh keheranan sang suami bertanya, "Apa yang terjadi hari ini wahai istriku?!!!" Sekali lagi sang istri tersenyum seraya berkata, "Bukankah setiap pulang kerja engkau bertanya dengan penuh ketidakpuasan?, "Apa sih yang kamun kerjakan hari ini wahai istriku", bukan begitu wahai suamiku tersayang?! "Betul" jawab sang suami. "Baik" kata sang istri, "Hari ini aku tidak melakukan apa yang biasanya aku lakukan, semoga dengan begitu engkau tahu apa yang selama ini aku kerjakan".

*****************************************************************

Pesan yang ingin disampaikan adalah :

  1. Penting sekali semua orang memahami, betapa orang lain mati-matian dalam menyelesaikan pekerjaannya, dan betapa besar pengorbanan yang terlah dilakukan orang lainitu agar kehidupan ini tetap berimbang antara MENGAMBIL dan MEMBERI,,,TAKE and GIVE.
  2. Dan agar tidak ada yang mengira bahwa dialah satu-satunya orang yang habis-habisan dalam berkorban, menanggung derita, menghadapi kesulitan dan masalah serta menyelesaikannya.
  3. Dan,,,jangan dikira bahwa orang-orang yang ada disekelilingnya, yang tampaknya santai, diam, dan enak-enakan,,,jangan dikira bahwa mereka tidak mempunyai andil apa-apa.
  4. Oleh karena itu, HARGAILAH JERIH PAYAH DAN KIPRAH ORANG LAIN dan JANGAN MELIHAT DARI SUDUT PANDANG YANG SEMPIT.
Sumber : Email Ust.Mussyafa AR 
Judul Asli : Jangan melihat dari Sudut Pandang Sempit

Semoga  bermanfaat,,,^-^

Monday, 2 February 2015

Sebenarnya, Kita Hidup di Dunia Hanya 2 Menit 1 Detik


Oct 23, 2010
 
KUMPULAN ARTIKEL
 
Sebenarnya, Kita Hidup Di Dunia Hanya 2 Menit 1 Detik
 
Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau bahkan seperti orang yang sekadar lewat (HR Bukhari)
 
Dari 7 besaran ISO (International Standard Organization) yang di rumuskan yakni panjang, temperatur, massa, waktu, arus listrik, jumlah zat dan intensitas cahaya, hanya satu besaran yang susah untuk dipahami, waktu. Hidup manusia di dunia terfungsikan oleh waktu. Waktulah yang membatasi antara satu kehidupan dengan kehidupan yang lain.
 
Waktu menurut para ahli adalah besaran untuk mengukur tingkat perubahan yang terjadi pada benda atau zat. Kita sendiri menjadi bukti dari definisi ini, masih ingatkah saat kita kecil ditimang oleh bunda kita atau saat kuda-kudaan dengan ayah kita, namun lihat diri kita sekarang, sudah berubah dari saat kita digendong dan main kuda-kudaan bukan? itu semua karena waktu.
 
Pada zaman dulu, manusia menganggap waktu itu absolute, kecuali dalam Islam. Waktu dianggap sama saja tidak peduli pada acuannya. Baru pada abad 20, ilmuwan termasyhur abad 20, Albert Einstein mengeluarkan postulat yang menyatakan bahwa waktu bersifat relatif tergantung pada acuannya. Einstein memisalkan, jika seorang laki-laki mengobrol dengannya yang sudah tua, beruban dan keriput, mengobrol satu jam seperti satu abad. Sedangkan jika mengobrol dengan yang masih muda, cantik dan anggun mengobrol lima detik bisa terasa lima jam. Kurang lebih seperti itulah relativitas, kata Einstein.

Sekarang mari kita coba untuk membandingkan waktu dengan kerangka acuan waktu di dunia yang berdasarkan atas rotasi dan revolusi bumi atau benda langit lainnya dibandingkan dengan kerangka acuan akhirat berdasarkan berita dari Al-Qur'an dan Al hadits.
 
Firman Allah dalam Surat al-Mu'minuun [23] : 112-114
 
Allah bertanya: "Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?" Mereka menjawab: "Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada (malaikat) yang menghitung. Allah berfirman

"Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui.
 
Dalam ayat ini, aroma relativitas waktu sangat kentara. Bayangkan, manusia yang hidupnya kurang lebih 70 tahun, ketika ditanya Allah menjawab hanya hidup satu hari atau setengah hari. Kemudian ditimpali oleh Allah bahwa hidupnya hanya sebentar saja, hanya sebentar.
 
Firman Allah yang lain dalam surat An-Naazi'aat [79] : 46
 
"Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari".
 
Dalam ayat ini lebih cepat lagi, hidup kita dirasakan hanya selama waktu sore atau pagi hari. Jika waktu sore di mulai jam 3 dan diakhiri jam 6, berarti kita merasa hidup cuma 3 jam. Dan jika pagi hari dimulai jam 7 dan selesai jam 11 berarti kita merasa hidup hanya 4 jam. Tentu saja lebih sebentar dari ayat sebelumnya.
 
Firman Allah Selanjutnya dalam surat Yunus [10] : 45
 
"Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) hanya sesaat di siang hari, (di waktu itu) mereka saling berkenalan. Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah dan mereka tidak mendapat petunjuk".
 
Pada ayat ini, lebih tinggi lagi komparasinya, hidup kita hanya dirasa SESAAT SAAT SIANG HARI saja, ALLAHUAKBAR.
 
Dan sekarang mari kita coba untuk menghitung perbandingan lama hidup kita menurut apa yang telah disampaikan nabi kita.
 
Bagaimana keadaan kalian jika Allah mengumpulkan kalian di suatu tempat seperti berkumpulnya anak-anak panah di dalam wadahnya selama 50.000 tahun dan Dia tidak menaruh kepedulian terhadap kalian? (HR Hakim dan Thabrani)
 
Dan Firman Allah dalam surat  Al-Ma'arij [70] : 4
 
"Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Rabb dalam sehari yang kadarnya 50.000 tahun".
 
Hadits di atas berhubungan dengan keadaan kita nanti di padang mahsyar, kata nabi Muhammad, kita berada di padang mahsyar selama 50ribu tahun yang sama nilainya dengan 50 milenium sama dengan  500 abad sama dengan 6250 windu. Adakah waktu ini sebentar?
 
Jika kita korelasikan hadits tersebut dengan ayat di bawahnya, kita akan menemukan suatu angka yang sangat fantastis. Mari coba kita hitung. Manusia zaman ini hidup dengan umur rata-rata 70 tahun, Rasulullah Muhammad meninggal pada usia 63 tahun. Maka, perantauan kita di dunia jika dibandingkan dengan relativitas waktu di padang mahsyar hanya akan terasa 2 MENIT 1 DETIK, nilai tersebut didapat dari perbandingan sederhana yang bisa dihitung oleh siswa SD kelas 4.
 
Benar, HANYA 2 MENIT 1 DETIK. Maka benarlah pada hari yang dijanjikan itu, manusia-manusia yang ingkar terhadap Robb nya akan diliputi penyesalan yang mendalam, penyesalan karena waktunya (yang singkat) hanya dipakai untuk hal-hal yang sia-sia, penyesalan karena waktunya (yang singkat) hanya dimanfaatkan untuk bermalas-malasan, penyesalan karena waktunya (yang singkat) hanya dimanfaatkan untuk melakukan maksiat dan dosa.
 
Mereka pun mengandaikan bisa kembali ke dunia, namun sayang, penyesalan tinggal penyesalan. Maka tenggelamlah mereka oleh keringatnya sendiri, karena malu dan takutnya mereka dan semoga kita bukan bagian dari orang-orang yang menyesal tersebut.
 
Namun saat itu ada juga yang dinaungi awan kasih sayang oleh Robb, kita paham bahwa pada saat itu matahari hanya sejengkal di atas kepala. Merekalah orang-orang yang beruntung. Orang-orang yang menjadikan waktunya untuk memperjuangkan agama Robb nya. Orang-orang yang menjadikan waktunya untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat buat diri dan sesama. Orang-orang yang menjadikan waktunya untuk senantiasa beribadah kepada Ilah nya. Mereka pun puas akan apa yang dilakukannya. Tidak sia-sia setiap tetes keringat dan tiap tetes darah yang mereka keluarkan demi kemuliaan agama ini. Tidak sia-sia mereka menahan gejolak mengumbar aurat dan berjuang menahan panas memakai jilbab bagi wanita. Tidak sia-sia mereka menahan setiap sentuhan, pandangan, pendengaran dari yang tak semestinya dilakukan. Benar, tidak akan sia-sia setiap amal kebaikan kita. Itulah hidup kita kawan, hanya sebentar.
 
Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). (QS al-Hasyr [59] : 18)
 
Perhitungan di atas memakai acuan padang mahsyar dan acuan waktu dunia, karena memang acuan padang mahsyar saja yang bisa kita perbandingkan. Sebab, kehidupan dunia ini tak akan bisa kita komparasi dengan surga atau neraka. Setiap yang kafir dan munafik masuk neraka sedangkan muslim masuk surga. Mereka yang munafik adalah orang-orang yang mengetahui hukum Allah namun kemudian ingkar, mereka yang menerapkan agama secara parsial, mengambil yang satu dan meninggalkan yang lain dan mereka yang muslim namun ragu akan nilai keislamannya.
 
Dan agama ini sudah sempurna. Baik dan buruk, halal dan haram sudah ditetapkan dengan jelas. Setiap aturan kehidupan mulai dari pergaulan, ekonomi, tatacara politik, pendidikan, sosial, hukum, dan ibadah sudah paripurna. Semua kembali kepada kita, maukah memakainya atau kita tetap dengan keadaan sekarang. Keadaan yang jauh dari  nilai-nilai Islam. Wallahu a'lam bi ash shawab.
 
Tidaklah dunia bila dibandingkan dengan akhirat kecuali hanya semisal salah seorang dari kalian memasukkan sebuah jarinya ke dalam lautan Maka hendaklah ia melihat apa yang dibawa oleh jari tersebut ketika diangkat? (HR Muslim)
 
penulis: Feriyanto, mahasiswa ITB dan peserta PPSDMS regional 2 Bandung (dakwatuna.com)


#copasan broadcasting dari grup WA Halaqah Muthmainah

dr. Soelihanto, dr. Ahli Bedah di Batam. MAKAN NANAS:


Kalau makan nanas bagian tengahnya dibuang gak??.

Mulai sekarang jangan dibuang ya!!!. 

Bagian tengah nanas ini bagus. banyak seratnya anti CANCER USUS.
Bagian yang biasa kita makan itu umumnya adalah gula. Yang tengah itu namanya "Bromolin". Khasiat Bromolin dirahasiakan pihak medis karena Bromolin membantu penyerapan semua vitamin, mineral dalam tubuh. 

Pada pasien kanker, Bromolin melunakkan dinding2 sel sehingga obat dapat benar2 menembus ke inti sel. Terus pemakaian obat2an hanya diperlukan 25% saja dari dosis.
Misalnya: Antibiotik 100mg , kalo makan Bromolin, kita hanya perlu yang dosis 25mg .

Kenapa dirahasiakan ?

Karena industri obat dunia terancam penjualan nya . Bayangkan saja misalnya dalam 1 pil mereka biasa pakai zat tertentu 100mg, lalu sekarang hanya pakai 25mg. Bisa gulung tikar pabrik nya. Semoga berguna. Jadi, makan nanas, makan juga tengahnya karena disitulah kebaikan utama yang bisa didapatkan dari buah nanas.
Bromolin itu 10.000 kali lebih kuat dari Kemotherapi .

Kisah Nyata: ​
Pengalaman teman. Ada penyumbatan pembuluh darah banyak luar biasa , sudah pasang ring 7. Sekarang dia makan Bromolin sama Vitamin C dosis tinggi dan penyumbatannya bersih sendiri. Dulu setiap 6 bulan sekali dia scan selalu ada yang tersumbat. Sekarang bersih sama sekali dan jadi lancar, tidak ada yang tersumbat.
Semoga bermanfaat!!!.
Sebarkan kesaudara-saudara, teman-teman kita siapa tahu ada yang sangat memerlukan.

#Copasan dr Grup WA

5 Ciri antum mendapatkan Kebahagiaan



Menurut Ibnul Qayyim ada 5 ciri orang yang mendapatkan kebahagiaan :

  •  Jika seseorang bertambah ilmunya maka bertambahlah tawadhu’ & bertambah pula kasih sayang  
  •  Tatkala seseorang bertambah amalannya, bertambahlah rasa takutnya kepada Allah & semakin berhati-hati
  •  Tatkala seseorang bertambah umurnya, maka semakin berkurang rasa tamaknya terhadap dunia
  •  Jika seseorang bertambah hartanya, maka semakin bertambah kedermawanannya & kemauan membantu sesama
  •   Jika bertambah kemuliannya, maka ia semakin dekat dengan manusia & menunaikan kebutuhan & tawadhu' kepada mereka.

Sssttt, jangan lihat kanan kiri depan belakang atas bawah, hayya bina !!!

Semoga Allah سبحانه وتعالى memberikan tanda kebahagian tersebut pada diri kita, aamiin

Mudah melaksanakan perintahnya dan ringan meninggalkan semua larangannya, aamiin.

Sisa umur ini semoga kita dari detik, menit, jam, hari, pekan, bulan, tahun, dapat selalu mendapatkan  pahala dari kehidupan kita berinteraksi kepada sesama hamba Allah dan rangka menggapai Ridho Allah, aamiin.