Perbedaan Galaunya Sahabat Rasul dan Generasi Sekarang
Sering kita membaca curhatan orang FB, twitter, path, dll tentang galau. Galau tingkat nasional, provinsi, galau belum dapat kerja, galau belum dapat jodoh, dll.
Nah,,,coba kita lihat galaunya generasi islam zaman awal, seperti apakah galaunya mereka :
1. Sahabat Ka'ab bin Malik RA, galau selama 50 hari, khawatir soal dosa. Khawatir soal dirinya diampuni Allah atau tidak. Bukan soal remeh temeh.
2. Umar bin Khatab RA ketika menjadi khalifah, galau karena ada rakyatnya yang memasak batu saking miskinnya, lalu menaruh beban karung gandum di pundaknya sendiri.
3. Tsa'labah bin Abdurrahman RA pernah secara tidak sengaja melihat wanita Anshar yang mandi, ia merasa sangat berdosa, malu kepada Nabi dan mengasingkan diri ke gunung selama 40 hari.Ia terus menerus minta ampun kepada Allah. Sedangkan kita? setiap hari, wanita di sekitar kita mengumbar aurat dimana-mana. Di kantor, di mall, di televisi, dll. Apakah kita minta ampun kepada Allah?
Nabi Muhammad merasa kehilangan dia. Sampai Allah menunjukkan gunung tempat dia bersembunyi. Nabi minta Umar RA dan Salman RA menjemputnya.
Tsa'labah masih malu, dia mau ke Madinah jika Nabi sedang sholat sehingga dianggap tidak menyadari kedatangannya. Ia pun sampai sakit keras karena galau akan dosanya melihat wanita mandi, walau pun tak sengaja.
Sebelum sakit Nabi SAW memberikan amalan buatnya supaya dosanya diampuni berupa bacaan Al Qur;an, "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia, dan kebaikan di akherat dan peliharalah kami dari siksa api neraka" (Al Baqarah : 201) . Sebuah doa yang mudah dan sering kita ulang-ulang yaitu Rabbana Atina Fiddunya Hasanah wa fil Akhiroti hasanah waqina adzabannar.
Tsa'labah sakit keras selama 8 hari, karena khawatir akan dosanya. Bagaimana dengan kita? setiap hari berbuat dosa apakah kita berbuat salah? Kebanyakan tidak. Nabi Muhammad SAW saja yang dijamin masuk surgaistighfar 70 kali sehari dalam riwayat lain dikatakan 100 kali sehari. Kita berapa kali?
Begitu seharusnya. Mestinya kita galau bukan urusanduit, urusan lawan jenis, urusan dunia. Mestinya kita galau dengan urusan dosa, urusan ibadah, urusan akherat, begitulah muslim yang baik.
Rasulullah pun menjenguknya, Rasululah memangku Tsa'labah di pangkuannya
.
Tapi ia menggeser kepalanya. "Kepalaku penuh dosa wahai Rasulullah. Aku tidak pantas".
"Apa yang kamu senangi?'
"Ampunan Allah".
Jabir bin Abdullah RA meriwayatkan sebuah hadist tentang sahabat ini. Ketika itu turunlah Jibril mengatakan, "Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah mengirimkan salam padamu, dan berfirman, "Jika hambaKu ini menemuiKu dengan dosa sejengkal tanah, maka Aku akan menemui dengan sejengkal ampunan".
Tsa'labah langsung berteriak kegirangan karena mendapat ampunan Allah, tidak lama kemudian ia meninggal. Ketika Rasululah ke rumah Tsa'labah, Rasulullah merangkak. Para sahabat keheranan. "Mengapa Engkau merangkak wahai Rasulullah?"
Rasulullah SAW menjawab, "Aku tidak bisa berdiri saking banyaknya malaikat yang turun ta'ziah kepada Tsa'labah".
Masya Allah itulah galaunya para sahabat Nabi SAW, semoga kita dapat mencontoh mereka menjadi muslim yang total, sehingga bahagia dunia dan akherat, aamiin.
No comments:
Post a Comment